Kebanyakan agar- agar diekstrak dari rumput laut spesies Gelidium  dan Gracilaria. Spesies yang mempunyai ke dekatan dengan hal Gelidium adalah spesies Pterocladia,Spesies ini ditemukan di Azores (Portugal) dan Selandia Baru meskipun jumlahnya tidak begitu banyak. Gelidiella acerosa adalah sumber utama agar di India. Spesies Ahnfeltia digunakan di Rusia dan Jepang juga untuk pembuatan agar, di Rusia spesies ini ditemukan di pulau Sakhalin (Rusia).

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang habitat hidup rumput laut yang biasa digunakan sebagai bahan baku pembuat agar-agar, sebagai tambahan pengetahuan akan kita bahas tentang zona laut dimana makhluk hidup laut menggunakannya sebagai tempat  tinggal, termasuk di dalamnya rumput laut.  Pembahasan ini diperlukan untuk menggambarkan dimana keberadaan rumput laut tumbuh.

Dimensi vertikal pantai dibagi menjadi dalam beberapa zona. Istilah umum yang biasa digunakan untuk menggambarkan kondisi ini adalah zona intertidal dan zona subtidal.  Orang sudah familiar dengan pasang surut air laut akan dapat dengan  mudah memahami istilah-istilah ini. Zona intertidal adalah bagian dari pantai yang terletak pada tingkat tertinggi dan terendah  saat  air laut dalam kondisi  pasang. Sedangkan zona subtidal adalah tempat dimana lokasi tersebut berada di bawah garis ketika air laut tingkat air surut.  Kadang-kadang zona intertidal disebut zona pesisir.

Rumput Laut Bahan Baku Agar-Agar Dan Habit Hidupnya
Gellidium, bahan baku pembuat agar-agar
Rumput Laut Bahan Baku Agar-Agar Dan Habit Hidupnya
Gracilaria, rumput laut bahan baku agar-agar yang banyak dibudidayakan di tambak Indonesia

Namun demikian ahli biologi mempunyai sudut pandang yang berbeda,  mereka lebih suka  menggunakan istilah yang mendefinisikan zona dengan apa yang biasanya tumbuh di dalamnya. Sehingga didefinisikan dengan bantuan garis, di mana organisme menerima pembasahan oleh air laut secara tidak teratur , maka pada garis ini disebut sebagai garis zona eulittoral.

 Di bawah garis ini, dimana organisme selalu terendam dalam air dan jarang tidak terkena air, maka zona  ini disebut sebagai garis zona sublittoral. Zona ini tidak selalu bergantung pada tingkat pasang,  batas atas zona eulittoral dibatasi oleh teritip dan batas bawah adalah titik tertinggi di mana ganggang cokelat besar dapat ditemukan tumbuh ditempat ini. Di atas tepi zona eulittoral, di luar teritip, adalah zona yang hanya dicapai oleh percikan ombak  dan ini disebut sebagai pinggiran pesisir.

Habitat hidup Gelidium
Gelidium tumbuh baik pada arus air yang cukup deras, yang berada di zona eulittoral dan sublittoral, tergantung pada spesies Gellidium itu sendiri. Algae ini dapat ditemukan pada kedalaman air mulai dari 2 hingga 20 meter. Gelidium banyak hidup pada daerah berbatu dengan lereng curam, dan jarang ditemukan di dasar laut berlumpur atau berpasir . Gellidium  biasanya akan tumbuh baik pada suhu air pada 15-20 ° C,  namun alga ini masih dapat mentolerir suhu yang lebih tinggi, bahkan juga  dapat bertahan hidup dalam kondisi laut dengan unsure hara rendah dan juga beberapa spesieslainnya mampu beradaptasi dengan salinitas baik rendah maupun tinggi.

Habitat Hidup Gracilaria
Salah satu rumput laut penghasil agar-agar adalah Gracilaria, rumput laut ini biasanya tumbuh di zona eulittoral pada bagian atas zona sublittoral, dengan kondisi dasar perairan terdapat sedimen  berpasir atau berlumpur dan terlindung dari gelombang dengan kondisi air payau. Oleh karena itu di Indonesia rumput laut jenis ini banyak dibudidayakan di tambak. Gracilaria akan tumbuh baik pada temperature antara 15 hingga 30°C. Rumput laut Gracilaria banyak dibudidayakan di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Bali NTB dan Jawa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here